Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Thaharah | Pengertian, Tujuan, Macam, Jenis, Contoh serta Caranya Lengkap

Pengertian Thaharah, Macam Thaharah, Jenis Thaharah, Contoh Thaharah

Pembahasan Thaharah Lengkap

Assalamualaikum, Hallo sobat beriman, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Pada kesempatan kali ini Cangkir Info ingin membahas lengkap mengenai Thaharah

Baca Juga : 4 Golongan Orang yang di Rindukan Surga

Pembahasan berikut ini bukan berdasar dari opini serta sedikit pengetahuan belaka ya sobat beriman, namun kami mengutip dari berbagai sumber terpercaya diantaranya Pengacaramuslim.com dan Islami.co.

Apa itu Thaharah?

Thaharah merupakan miftah (pembuka) pintu untuk memasuki ibadah shalat. Tanpa thaharah pintu tersebut tidak akan terbuka. atau dengan kata lain, segala ibadah seperti shalat baik fardhu maupun sunnah jika tanpa thaharah maka hasilnya tidak sah.

Gimana? Masih belum paham dengan pembahasan singkat diatas? Yuk simak pembahasan lengkap Thaharah berikut ini.

Pengertian Thaharah

Thaharah dalam bahasa berarti bersih atau bersuci. namun bukan diartikan sebagai kegiatan bersih-bersih seperti menyapu, mengepel, menggosok gigi dsb ya. 

Thaharah yang berarti bersih memiliki makna yaitu mengerjakan sesuatu yang berdampak untuk membolehkan suatu ibadah seperti shalat. contohnya seperti wudhu, mandi, tayamum dll, yang pada intinya guna menghilangkan najis dan kotoran jiwa.

Hal itu sesuai dengan pengertian Thaharah menurut istilah Syara' yang berarti bebas dari hadas dan najis, yang mana itu berlaku untuk badan, pakaian, lingkungan dan tempat.

Thaharah yang berarti bersih atau bersuci dibagi menjadi 2 yaitu :
  • Thaharah Lahiriah
Thaharah Lahiriah yang berarti membersihkan diri, pakaian, tempat, lingkungan dll dari segala hadas dan najis demi memenuhi syarat melaksanakan ibadah.

  • Thaharah Batiniah

Thaharah Batiniah adalah membersihkan jiwa dari segala kotoran maksiat yang berupa iri, dengki, takabur dll demi memenuhi syarat melaksanakan ibadah. Dilakukan dengan melaksanakan Taubatan Nasuha yang berarti memohon ampun dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

Tujuan Thaharah

Mungkin sedikit penjelasan tentang pengertian Thaharah diatas sudah dapat menyimpulkan tujuan dari Thaharah ini, namun untuk lebih lengkapnya, telah kami ulas tujuan daripada Thaharah dibawah ini yaitu :
  1. Mensucikan diri dari segala hadas dan najis.
  2. Sebagai syarat wajib sah nya shalat seluruh hamba muslim.

Bagi hamba yang gemar bersuci ia akan memiliki keutamaan yang dianugerahkan oleh Allah SWT di akhirat nanti. 

Thaharah juga membantu seluruh hamba-Nya untuk bersiap diri sebelum melaksanakan ibadah. 

Sebagai contoh saat akan melaksanakan shalat, maka kita senantiasa melaksanakan wudhu terlebih dahulu sebelum menghadap kepada Allah SWT agar kita siap untuk melaksanakan shalat serta melepas pikiran dari segala kesibukan duniawi, maka diwajibkanlah melaksanakan wudhu sebelum shalat agar pikiran bisa reda dan tenang supaya khusyu' dalam melaksanakan shalat.

Macam - Macam Alat Thaharah

Allah selalu memudahkan hamba-Nya untuk bersuci, misalkan saat kita berada disuatu tempat dengan kondisi kekurangan air, maka kita tidak diwajibkan untuk bersuci dengan air, tapi bisa menggunakan tanah, pasir, kayu, batu dan banyak benda lainnya.
Namun, jika memang masih terdapat sumber air. Diwajibkan untuk bersuci menggunakannya. 

Baca Juga : Kenapa Allah Menciptakan Sakit?

Dan ketika menggunakan air untuk bersuci, kita juga diharuskan untuk bisa memilah mana air yang boleh serta tidak dibolehkan untuk bersuci.

Klasifikasi air guna bersuci


  • Air Mutlak (suci lagi mensucikan)


  1. Air Hujan
  2. Air Sumur
  3. Air Laut
  4. Air Sungai
  5. Air Danau
  6. Air Salju
  7. Air Embun

  • Sifat Air Mutlak


1. Tha'mun (Rasa)
2. Launun (Warna)
3. Rinun (Bau)

Air dikatakan mutlak bila tidak terdapat 3 sifat diatas. Ada 2 pembagian benda atau zat yang mampu mencampuri air. Diantaranya :

  1. Mukhalit - yaitu benda atau zat yang mencampuri air hingga menyatu dan tidak bisa dipisahkan yang menjadikannya sulit dibedakan mana air dan mana zat yang mencampurinya, contohnya garam, gula pasir, susu dll. Dalam kasus ini, zat yang mencampurinya akan merubah ketiga sifat diatas baik itu warna, rasa serta bau. Dengan begitu air sudah tidak dapat lagi digunakan untuk bersuci.
  2. Mujawir - yaitu benda atau zat yang mencampuri air namun tidak menyatu, melarut dan mudah untuk dipisahkan. Contohnya batu, kayu, minyak, lumut dll.Dalam kasus ini, benda atau zat yang mencampurinya tentu tidak akan merubah baik itu warna, rasa serta bau yang menjadikannya tetap bisa digunakan untuk bersuci.


  • Air yang suci namun tidak dapat mensucikan 


Yaitu air yang halal untuk dikonsumsi namun tidak dapat digunakan untuk bersuci, contohnya teh, kopi, jus, dan sejenisnya. 

  • Air Mutlak namun makruh untuk memakainya (air yang mesucikan namun makruh untuk memakainya)


Yaitu Air yang makruh untuk menggunakannya bersuci menurut hukum Syara' atau juga disebut Khariyatut Tanzih. terdapat 8 macam, diantaranya yaitu :
  1. Air yang sangat panas
  2. Air yang sangat dingin
  3. Air yang terjemur
  4. Air dari negeri Tsamud yang selain dari sumur Naqah
  5. Air di negeri Kaum Luth
  6. Air telaga Baruth
  7. Air di daerah Babel
  8. Air di telaga Zarwan

  • Air yang tidak diperbolehkan untuk bersuci


  1. Air Musyammas - air yang terjemur dibawah terik matahari selain dalam bejana emas dan perak. Air ini bersifat makruh bila digunakan untuk bersuci.
  2. Air Mustakmal - air yang pernah digunakan untuk bersuci. Air ini tidak diperbolehkan untuk bersuci meskipun tidak ada perubahan rasa, bau maupun warna.
  3. Air Mutanajis - air yang sudah pernah terkena kotoran atau najis. Air ini tidak diperbolehkan untuk bersuci, baik yang sudah berubah maupun tidak pada bau, rasa, warna dll tetap tidak diperbolehkan.


Tata Cara Thaharah

Ada berbagai cara untuk bersuci, salah satunya dengan menggunakan air seperti wudhu dan mandi junub/mandi besar. 

Dan ada juga cara bersuci dengan menggunakan tanah, debu, pasir dll yaitu Tayamum

Bisa juga bersuci dengan menggunakan batu, tanah, kayu (tissue dan kertas masuk dalam kategori kayu) yaitu Istinja.

Ada beberapa tata cara Thaharah terbagi menurut najisnya, antara lain :

  • Najis Ringan (Najis Mukhafafah)


Najis Mukhafafah yaitu najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang belum memakan apapun kecuali air susu ibunya serta berusia kurang dari 2 tahun. 

Untuk cara membersihkan najis ini cukup dengan membilasnya, atau bisa dengan hanya memercikkan sedikit air ke bagian yang terkena najis saja sudah mensucikan.

  • Najis Sedang (Najis Mutawassitah)


Najis Mutawassitah yaitu najis yang berasal dari kotoran, air kencing dsb. 

Dan cara membersihkan najis ini cukup dengan membasuh/membilas bagian yang terkena najis hingga benar-benar hilang baik itu bau, warna dan rasa.

  • Najis Berat/Besar (Najis Mughalazah)


Najis Mughalazah yaitu najis yang mana kenajisannya telah ditetapkan dalm dalil yang pasti (Qat'i) diantaranya yaitu anjing dan babi. 

Cara mensucikan najis ini yaitu dengan mencucinya dengan air bersih sebanyak 7 kali atau bisa menggantikan air dengan tanah dan batu.

Kesimpulan

Thaharah merupakan kewajiban bagi umat muslim sebelum melaksanakan ibadah lain. Dan Thaharah hanya bisa dilaksanakan dengan menggunakan sesuatu yang suci serta mensucikan. 

Thaharah juga merupakan bukti bahwa Islam sangatlah mengutamakan kebersihan baik itu diri, harta maupun lingkungannya, ini dibuktikkan bahwa Thaharah merupakan bab pertama yang dibahas di dalam setiap kitab Fiqih yang ada.

Baca Juga : 4 Golongan Orang yang di Rindukan Surga

Penutup

Sekian pembahasan thaharah kali ini, jika ada salah-salah dalam pembahasan yang saya utarakan diatas, mohon untuk memakluminya, karena segala yang kami bahas diatas merupakan hasil pembelajaran kami serta riset dari berbagai sumber yang ada dan terpercaya, terimakasih dan semoga bermanfaat.