Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Allah Menciptakan Sakit? | Dunia Islami

Allah Menciptakan Sakit

Halo sahabat beriman, semoga kabar anda semua baik dan selalu dalam lindungan Allah SWT serta dijauhkan dari segala penyakit.

Pada artikel kali ini saya ingin membahas sesuatu ciptaan Allah yang dimana kehadirannya sangat dibenci oleh kita, namun sebenarnya sangat penting adanya dalam hidup yaitu penyakit. 

Kenapa Allah Menciptakan Sakit

Sakit adalah suatu kondisi dimana tubuh kita tidak dalam kondisi baik dan biasanya kehilangan tenaga untuk melakukan segala aktivitas dan mengalami penurunan kinerja organ tubuh.

Kenapa Allah menciptakan sakit?


"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda orang yang berakal , (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) :” Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS Al Imran:3:190)

Allah menciptakan sakit bukan semata - mata karena Allah ingin menyiksa hambanya, melainkan ada beberapa alasan baik untuk kita semua kenapa Allah menciptakan sakit. Diantaranya :

  • Sakit menyadarkan kita betapa nikmatnya hidup sehat


Semua orang pasti tidak ingin mengalami sakit, mau melakukan aktivitas ini itu terganggu dan susah, pekerjaan tertunda dan banyak lagi hambatan yang dialami dikala sakit.
Namun, kenapa Allah menciptakan sakit?  Allah menciptakan sakit tentu bukan tanpa alasan yang jelas, sakit membuat kita sadar betapa nikmatnya memiliki hidup yang sehat walafiat, sakit membuat kita menjadi lebih bersyukur atas karunia yang telah diberikan.
Dan tentu Allah menciptakan segala sesuatunya berpasangan, siang dan malam, panas dan dingin, sehat dan sakit sebagaimana firman Allah
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS Yasiin [36]:36).

  • Sakit merupakan salah satu tanda kematian

Hampir semua kematian ditandai dengan sakit, bahkan sakit pileg saja bisa mengakibatkan kematian jika Allah menghendaki, maka dari itu kita diharuskan selalu bersyukur memiliki tubuh yang sehat.
lalu kenapa Allah menciptakan sakit?, Sakit hendaknya menyadarkan kita bahwa tidak lama lagi kematian akan menjemput kita, terlebih bagi mereka yang telah berusia di atas 50 tahun.  Maka sakit dapat kita ibaratkan sebagai peringatan atau ”peluit” kematian.
Rasa sakit ketika menghadapi sekaratul maut sangat luar biasa, ada yang melukiskan bagaikan onta masuk ke dalam lubang jarum, ada lagi yang melukiskan bagaikan dicabutnya pohon berduri yang dimasukkan ke dalam perut manusia, lantas setiap duri itu mengait urat kemudian ditarik oleh seorang yang sangat kuat kemudian terputuslah urat yang bisa putus dan tersisalah apa yang tidak bisa putus.
Maka dari itu ketika Nabi Isa AS diuji oleh kaumnya agar menghidupkan orang yang sudah mati, di bangkitkanlah orang yang sudah mati dalam kubur setelah 4000 tahun.  Dan ditanya 

”Bagaimana rasanya menghadapi kematian ?” 

orang itu menjawab, ”Sakitnya masih terasa sampai sekarang.”  

Dalam kisah lain disebutkan bahwa kebanyakan dari mereka yang telah berada dalam kubur ketika ditanya agar hidup lagi di dunia mereka menolak karena tidak mau menghadapi sakitnya sekaratul maut.    Kecuali para mujahid, mereka tidak pernah merasakan sakit bahkan mereka ingin mengulang lagi perjuangannya di dunia ini.
Namun, mati bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan jika disepanjang hidup kita senantiasa bertasbih kepada-Nya, Allah berfirman
”Sungguh benar-benar beruntung bagi orang yang telah menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.”(QS Al ’Alaa [87]:14-15).
”Sesungguhnya orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka seraya berseru:”Janganlah kamu merasa takut dan kamu bersedih, sebaliknya bergiranglah dengan sorga yang telah dijanjikan untukmu. Kamilah pelindungmu dalam kehidupanmu di dunia dan di akhirat”. (Al Fushilat [41]:30-31 ).
Maka dari itu, persiapkan bekal kita sekarang untuk di akhirat nanti agar senantiasa dimudahkan dan mendapat tempat terbaik yaitu di Surga, jauhi segala larangan-Nya dan patuhi segala perintah-Nya.

  • Sakit merupakan Rahmat

Sakit bisa dikatakan merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya, misalkan kita sakit karena kelelahan bekerja, Allah menginginkan agar kita tidak terlalu penat bekerja dan diberikanlah sakit agar kita bisa beristirahat.
“Barang siapa dikehendaki Allah kebaikan maka Dia akan menimpakan  ujian  padanya.  (HR Bukhori dari Abu harairah).
kenapa Allah menciptakan sakit?, Anda sangat beruntung karena Allah telah memberikan sakit, sehingga Anda dapat merasakan nikmatnya sehat.  Dan hampir tidak ada orang yang tidak diuji dengan sakit.  Sakit bukanlah kehendak manusia, tidak ada orang yang berniat  sakit.   

Bahkan Allah melarang hambanya untuk menganiaya diri. 

Maka dari itu ketika Allah SWT menimpakan sakit pada hambanya bersamaan itu Dia menaburkan kasih sayangnya kepada manusia.  

Nabi bersabda bahwa orang yang mendapat musibah sakit itu dosanya dihapuskan laksana gugurnya daun dari sebuah pohon.   Sebagaimana Nabi bersabda ;
“Tidaklah seorang muslim ditimpa penyakit keuali Allah menggugurkan dosa-dosanya seperti gugurnya daun pada pohon (HR Buchori)
Maka tugas selanjutnya hamba pasca sakit seharusnya menjaga kesucian tersebut.  Inilah momentum yang baik untuk melakukan muhasabah.   

Apakah kita sebelumnya banyak melakukan maksiat, baik melalui lesan maupun tindakan, mengumbar hawa nafsu, menjadi budhak dunia, sering melakukan kepalsuan, menjadi budhak nafsu, melalaikan kewajiban, masih menguasai hak orang lain atau menyakiti sesama hamba Allah atau makhluk Allah yang lain sebelum Allah menurunkan sakit kepada kita?   

Maka mulai saat Allah SWT mengembalikan kesehatan kita, mari kita tinggalkan berbagai bentuk maksiat tersebut,  manfaatkan sebaik-baiknya hidup ini agar tidak menyimpang dari jalan kebenaran.

Jika kita tidak mampu mengambil kesempatan tersebut berarti kita termasuk orang yang rugi, termasuk orang yang tidak cerdik dan termasuk orang yang tidak mendapat hiburan para malaikat ketika menghadapi sekaratul maut. 

Na’udzubillahi min dzalika.

nah, itulah alasan kenapa Allah menciptakan sakit, semoga artikel ini bermanfaat.